Main Article Content

Abstract

Sewa-menyewa merupakan suatu perjanjian antara pihak yang satu meyanggupi serta mengikatkan dirinya untuk menyerahkan manfaat suatu barang kepada pihak lain selama waktu tertentu dengan diikuti pembayaran sebagai imbalannya. Dalam perjalanannya, praktik sewa-menyewa yang terjadi tidak selalu berjalan sebagaimana mestinya. Seperti sewa-menyewa yang terjadi di Desa Jatimulyo dimana salah satu pihak bisa saja mengalihan hak sewanya kepada pihak lain ketika sewa-menyewa sedang berlangsung. Metode yang digunakan dalam kajian ini menggunakan kualitatif deksriptis dengan wawancara singkat pada pihak tertentu. Hasil kajian diperoleh: fiqih mu’amalah menilai bahwa pengalihan yang dilakukan dihukumi batal (fasakh), sebab pengalihan yang dilakukan tidak sesuai dangan ketentuan syara’ yang telah ditetapkan. Sementara KUHPerdata menilai bahwa pengalihan tersebut merupakan kegiatan yang tidak diperbolehkan sebagaimana dalam Pasal 1559. Kemudian KHES menilai bahwa pengalihan sewa yang dilakukan adalah sesuatu yang dilarang sebagaimana termaktub dalam Pasal 310. Sehingga dapat dipahami pengalihan hak sewa yang dilakukan adalah hal yang tidak diperbolehkan.

Keywords

pengaliahan sewa, fiqih mu’amalah, KHUPerdata, KHES.

Article Details

How to Cite
Aminullah, M. S. (2020). PENGALIHAN HAK SEWA TANAH DALAM PERSPEKTIF FIQIH MU’AMALAH, KUHPerdata DAN KHES. Al - Muamalat: Jurnal Hukum Dan Ekonomi Syariah, 5(2), 34-54. Retrieved from https://journal.iainlangsa.ac.id/index.php/muamalat/article/view/2874

References

  1. Anwar, Syamsul. Hukum Perjanjian Syariah, Jakarta: Raja Grafindo, 2007.
  2. Harisudin, M. Noor, Fiqih Muamalah, Surabaya: Pena Salsabila, 2014.
  3. Haroen, Nasrun, Fiqh Muamalah, Jakarta: Gaya Media Pratama, 2007.
  4. Harahap, M. Yahya, Segi-Segi Hukum Perjanjian, Bandung: Penerbit Alumni, 1986.
  5. K. Lubis, Suhrawardi, Hukum Ekonomi Islam, Jakarta Timur: Sinar Grafika, 2012.
  6. Kementrian Agama Republik Indonesia, Al-quran Tajwid & Terjemah, Bandung: Syaamil quran, 2010.
  7. Muhwan Hariri, Wawan, Hukum Perikatan (dilengkapi Hukum Perikatan dalam Islam), Bandung: Pustaka Setia, 2011.
  8. Mahkamah Agung RI, Kompilasi Hukum Ekonomi Syariah, Dirjen Badan Peradilan Agama, 2011.
  9. Salim, Hukum Kontrak, Teori & Teknik Penyusunan Kontrak, Jakarta: Sinar Grafika, 2013.
  10. Sri Imaniyati, Neni, Hukum Bisnis (Dilengkapi Dengan Kajian Hukum Bisnis Syariah). Bandung: Refika Aditama, 2017.
  11. Syafe’i, Rachmat, Fiqh Muamalah. Bandung: Pustaka Setia, 2001.
  12. Suhendi, Hendi, Fiqih Muamalah, Jakarta: Rajawali Pers, 2014.
  13. Subekti, Pokok-pokok Hukum Perdata, Jakarta: Intermasa, 2003.
  14. Subekti, Hukum Perjanjian, Jakarta: Intermasa, 2001.
  15. Soimin, Soedharyo, Kitab Undang-Undang Hukum Perdata, Jakarta: Sinar Grafika, 2016.
  16. Ibn Nujaim, Al-asybah Wa-an-Nazha‟ir, Beirut: Dar al-Kutub al-Ilmiyyah, 1985.
  17. Syeh Abi Yahya Zakaria al-Ansori, Fathul Wahab, Semarang: Toha Putera.
  18. Ahmad bin Ali bin Hajar as Al-qalani, Fathul Baari, Maktasabah Salafiah.
  19. Ash-Sarakhsi, al-Mabsud, Beirut: Dar Fikr. Jilid XVI, 1978.
  20. Wawancara
  21. Ibu Eko sebagai pemilik lahan, dilakukan pada 08 Mei 2018.
  22. Bpk Ali Wafa Sekretaris Desa, dilakukan pada 08 Mei 2018.