Main Article Content

Abstract

Transaksi jual beli tanpa menyebutkan sighat akad sering kali terjadi, baik saat berbelanja di pasar swalayan maupun pasar tradisional. Pada dasarnya, hukum asal transaksi adalah keridhaan kedua belah pihak yang berakad, namun tentunya tidak sesederhana itu. Dibutuhkan akad dalam transaksi tersebut dan pastinya bukan sembarang akad. Akad sendiri memiliki syarat dan rukun yang harus dipenuhi agar transaksi yang dilakukan sah menurut hukum Islam. Diantara bentuk bisnis yang sedang di posisi trend teratas saat ini  adalah transaksi jual beli online. Penjual dan pembeli tidak saling bertemu, bahkan tidak saling mengenal, namun saling melakukan transaksi jual beli. Dalam praktik ini, sering terjadi kealpaan seperti tidak adanya sighat akad dan hilangnya kesakralan akad, sehingga melahirkan tanda tanya tentang keabsahan jual beli tersebut. Permasalahan ini yang akan penulis jelaskan secara mendetail berdasarkan kajian fikih muamalah agar tidak ada lagi kerancuan dalam bertransaksi. Walau bagaimanapun hukum Islam tetaplah hukum Islam yang harus ditaati selama tidak ada udzursyar’i yang menghalanginya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tinjauan hukum Islam terhadap jual beli tanpa sighat akad dan untuk mengetahui tinjauan hukum Islam terhadap jual beli transaksi jual beli tanpa sighat akad yang terjadi pada transaksi online. Sehingga jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan. Peneliti mendasarkan teori penelitian ini pada alQuran dan al Hadist. Salah satunya di dalam alQuran surat al-Maidah: 1 yang berbunyi “Hai orang-orang yang beriman, penuhilah akad-akad itu. Dihalalkan bagimu binatang ternak, (kecuali yang akan dibacakan kepadamu), yang demikian itu (dengan tidak menghalalkan berburu ketika kamu sedang mengerjakan haji). Sesungguhnya Allah menetapkan hukum- hukum menurut yang dikehendaki- Nya”. Berdasarkan hasil penelitian penulis, dapat disimpulkan bahwa dalam keadaan normal, jual beli yang sah wajib disertai dengan lafal ijab dan kabul, kecuali ada hal (keadaan) lain yang menyebabkan gugurnya kewajiban tersebut. Jika transaksi jual-beli online dilakukan secara transfer bank atau rekening bersama, keduanya dilakukan tanpa bertemu langsung antara penjual dan pembeli, maka ada keringanan yang menggugurkan kewajiban sighat akad, namun harus jelas bahwa pembeli dan penjual sama-sama rela dengan barang yang dijualbelikan.

Keywords

Hukum Islam Sighat Akad Jual Beli online

Article Details

How to Cite
fasya, fasya. (2018). TINJAUAN HUKUM ISLAM TERHADAP JUAL BELI TANPA SIGHAT AKAD. Al - Muamalat: Jurnal Hukum Dan Ekonomi Syariah, 3(II), 101-118. https://doi.org/10.32505/muamalat.v3iII.705

References

  1. Al Hafidz Ibnu Hadjar Al-Asqalani. Bulughul Maram min jami’ adillatil ahkam. penerjemah: Al Ustadz Fuad Qawwam, Lc. (Jakarta: Cahaya Tauhid Press: 2010
  2. Bakrin Jabir Al-Jazairy, Abu. Manhaj al-Muslim- Kitab Aqaid wa Adab wa Akhlaq wa Ibadah wa Muamalah. Lebanon: Dar al-Fikr. 1992.
  3. Ghazaly, dkk. Fiqih Muamalat. Jakarta: Gema Insani Press: 1995.
  4. Habieb, Sa’di Abu. Ensiklopedi Ijmak- Terjemah. alih bahasa oleh Sahal Mahfuz dan Mustofa Bisri. Jakarta: Pustaka Firdaus. 2006.
  5. Harjono, Anwar. Indonesia Kita Pemikiran Berwawasan Iman-Islami. Jakarta: Gema Insani Press, 1995.
  6. Harun, Nasrun. Fiqh Muamalat. Jakarta: Gaya Midia Pratama. 2007.
  7. Hasan, M. Ali. Perbandingan Mazhab. Jakarta: Raja Grafindo Persada. 2002.
  8. Ibnu Rusyd. Bidayah al-Mujtahid, alih bahasa: Imam Ghazali dan A. Zaidun. Jakarta: Pustaka Amani, 1995.
  9. Muhammad Hasbi Ash-Shiddieqy, Teungku. Hukum-Hukum Fiqh Islam-Tinjauan Antar Mazhab. Semarang: Pustaka Rizki Putra.
  10. Muhammad Hasbi ash-Shiddieqy, Teungku. Pengantar Hukum Islam. Semarang: Pustaka Rizki Putra. Cet. II, 2001.
  11. Muhammad Hasbi ash-Shiddieqy, Teungku. Al-Islam. Semarang: Pustaka Rizki Putra. Jilid II. 2001.
  12. Rusyd, Ibnu. Bidayah al-Mujtahid wa Nihayah al-Muqtashid. Juz II. Lebanon: Dar el-Fikr. 1429 H/2008.
  13. Sayyid Sabiq, Fiqh Sunnah, Jilid II, Terjemahan Mahyuddin Syaf, (Bandung: PT. Al-Ma’arif, 1994
  14. Shiddiqi, Nourouzzaman. Fiqh Indonesia Pengagas dan Gagasannya. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 1997.

Most read articles by the same author(s)

1 2 3 > >>