Main Article Content

Abstract

Meskipun menerapkan syari’at Islam, kota Langsa, melalui Universitas Samudera, mampu menjadi magnet baru bagi mahasiswa non muslim sebagai destinasi pendidikan di Aceh. Di sisi lain, sebagai minoritas, keberadaan mahasiswa non muslim itu sendiri perlu untuk lebih di dalami, baik itu dari segi keseharian atau pun dalam dunia perkuliahan, serta bagaimana bentuk-bentuk toleransi yang mereka terima selama ini. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bentuk-bentuk toleransi yang diterima mahasiswa non muslim dari dosen mata kuliah keagamaan, menjabarkan dampak toleransi terhadap keseharian mahasiswa non muslim serta mendeskripsikan relasi kuasa antara para dosen dan mahasiswa non muslim.. Penelitian ini berlangsung dari bulan Mei hingga Oktober 2019 dan melibatkan lima orang mahasiswa non muslim, dua orang dosen mata kuliah keagamaan dan seorang perwakilan otoritas kampus. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis etnografi. Proses pengumpulan data menggunakan tiga metode yakni observasi (fieldnote), wawancara (open-ended questions) serta Focus Group Discussion (FGD) dan dianalisis menggunakan teknik reading, describing, and classifying. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat beberapa bentuk toleransi yang diberikan oleh dosen mata kuliah keagamaan terhadap mahasiswa non muslim yaitu; adanya opsi untuk tidak ikut ujian semester dan mengambil nilai dari gereja, diberikan kebebasan untuk mengerjakan tugas sesuai perspektif dan keyakinannya, serta diberikan hak bebas aktif dalam diskusi dan mengikuti pembelajaran. Selanjutnya, penelitian ini juga mengungkapkan bahwa toleransi yang diterima mahasiswa non muslim memberikan kenyamanan dalam belajar dan berinteraksi dengan teman dan lingkungan tempat tinggal. Dan terakhir, meskipun dosen memiliki kuasa untuk menggiring mahasiswa non muslim ke arah Islamisasi, namun dosen keagamaan menjalankan tugasnya sebagai pendidik dengan professional, usaha islamisasi yang mereka lakukan adalah dengan cara yang sangat halus, berupa penjelasan yang benar mengenai Islam dan disertai dengan bukti-bukti kebenarannya. Tidak ditemukan cara-cara mencolok dan langsung oleh dosen mata kuliah keagamaan kea rah Islamisasi.

Article Details